Rantai Ekonomi Sampah di TPST Bantar Gebang

Gambaran produksi, pendapatan, dan ketimpangan nilai dalam ekosistem persampahan

Volume Sampah Dikumpulkan

100–200 kg per hari
Setara dengan sekitar 1–2 ton sampah per minggu yang dikumpulkan secara manual dalam kondisi kerja berisiko tinggi.

Harga Sampah Mentah

± Rp400 per kg (kresek)
Nilai jual di tingkat paling bawah rantai ekonomi, tanpa perlindungan harga maupun jaminan pendapatan.

Pendapatan Harian

Rp40.000–Rp80.000
Pendapatan fluktuatif yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, volume sampah, dan persaingan di lapangan.

Pendapatan Bulanan

Rp1,12–Rp2,24 juta
Jauh di bawah Upah Minimum Kota Bekasi, mencerminkan kerentanan ekonomi struktural.

Nilai Setelah Daur Ulang

Hingga Rp18.000 per kg
Nilai sampah melonjak drastis setelah diproses menjadi biji plastik atau produk turunan di tingkat industri.

Struktur Rantai Ekonomi

Berlapis dan hierarkis
Pemulung → pelapak kecil → pelapak besar → pengusaha daur ulang, dengan akumulasi keuntungan terkonsentrasi di level atas.
Ekosistem persampahan di Bantar Gebang telah menjadi ruang ekonomi yang menyerap tenaga kerja informal dan menopang kehidupan ribuan keluarga. Namun, struktur rantai nilainya memperlihatkan ketimpangan yang tajam, pemulung sebagai kelompok paling bawah menanggung risiko fisik, kesehatan, dan ketidakpastian pendapatan, sementara nilai tambah terbesar terakumulasi di tingkat industri.